Sunah-Sunah Wudhu Sebagai Penyempurna Wudhu
Selain syarat dan fardhunya wudhu yang merupakan kewajiban dan apabila salah satu dari fardhunya wudhu tersebut itu ditinggalkan maka wudhunya tidak sah begitu pula dengan sholatnya karena sebelum mengerjakan sholat kita harus berwudhu terlebih dahulu.
Tidak terlepas dari wudhu dan yang tak kalah penting ialah mengerjakan sunah-sunah ketika berwudhu, pengertian sunah itu sendiri merupakan segala sesuatu yang apabila di kerjakan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan atau ditinggalkan tidak mendapat dosa.
Ada beberapa sunah-sunah yang bisa kita kerjakan ketika berwudhu untuk menyempurnakan wudhu kita, selain itu dengan mengerjakan sunah wudhu kita juga mendapatkan tambahan pahala.
Baca juga:
Doa-doa ketika membasuh anggota wudhu lengkap dengan artinyaNamun sebagian banyak dari kita belum mengetahui apa saja perkara yang disunahkan ketika berwudhu. Bagi yang belum tahu apa saja sunah-sunah wudhu, di bawah ini merupakan hal-hal yang disunnahkan dalam berwudhu.
Membaca "Bismillah" pada saat mulai wudhu.
تَوَضَىُٔوْا بِإِسْمِ اللهِ
Berwudhulah kamu dengan menyebut asma Alloh. (HR. Abu Daud)
Membasuh kedua telapak tangan sampai dengan kedua buku pergelangan tangan pada saat mulai wudhu.
Kumur-kumur adalah aktivitas mengocok air di dalam mulut untuk membersihkan sisa makanan yang tidak terjangkau oleh sikat gigi dan menghilangkan bau mulut.
Menghirup air ke hidung, atau istinsyaq, adalah salah satu sunnah wudhu yang bermanfaat membersihkan rongga hidung dari debu, kuman, dan lendir kental. Secara medis, ini setara dengan irigasi nasal untuk meningkatkan kesehatan pernapasan. Dianjurkan mengambil air dengan tangan kanan, menghirupnya, dan mengeluarkannya dengan tangan kiri (istintsar).
Menyapu seluruh kepala merupakan bagian dari tata cara wudu yang memiliki perbedaan hukum di antara para ulama madzhab. Meskipun mengusap sebagian kepala secara umum adalah rukun wudhu yang wajib dilakukan, cakupan area yang diusap (sebagian atau seluruhnya) bergantung pada pandangan madzhab yang diikuti.
Menyapu atau membasuh kedua telinga luar dan dalam. Untuk perbuatan yang disunahkan nomer 2-6 dijelaskan dalam sebuah hadist berikut ini.
عَنِ المِقْدَامِ قَالَ اُوْتِىَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوُضُوْءِ فَتَوَ ضَأَ فَغَسَلَ كَفَيْهِ ثَلاَ ثاً وَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَ ثاً ثُمَّ غَسَلَ ذِرَاعَيْهِ ثَلاَ ثاً ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ثَلاَ ثاً ثُمَّ مَسَحَ بِرَأ سِهِ وَاُدُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَابَطِمِمَا
Dari Al Miqdam ia berkata: Rosululloh SAW telah diberi air untuk berwudhu, lalu beliau berwudhu, maka beliau membasuh kedua tapak tangannya tiga kali dan mukanya tiga kali, kemudian membasuh lengannya tiga kali, kemudian memasukan air kedalam hidung tiga kali, kemudian menyapu kepalanya dan dua telinganya sebelah luar dan sebelah dalam. (HR. Abu Daud dan Ahmad)
Menyela-nyela jari kedua tangan dan jari-jari kaki.
اَذَا تَوَضَأْتَ فَخَلِّلْ بَيْنَ اَصَابِعِ يَدَيْكَ وَرِجْلَيْكَ
Apabila kamu berwudhu hendaklah kamu sela-sela anak jari kedua tanganmu dan anak-anak jari kedua kakimu. (HR. Tirmidzi)
Mendahulukan anggota yang kanan dari pada anggota yang kiri.
عَنْ عَاىِٔشَةَ رَضِى اللهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ التَّيَا مُنَ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطَهُوْرِهِ وَفِى شَأْ نِهِ كُلِّهِ
Dari Aisyah ra. berkata: Rosululloh SAW suka mendahulukan anggota kanan dalam memakai sandal, bersisir, bersuci dan dalam segala hal. (HR. Bukhari dan Muslim)
Membasuh tiap-tiap anggota sejumlah tiga kali.
Berurutan pada setiap anggota-anggota yang dibasuh.
Berwudhu dengan tanpa pertolongan orang lain kecuali dalam keadaaan terpaksa seperti sedang sakit.
Setelah selesai wudhu, air yang masih membasahi anggota wudhu jangan diseka atau dikeringkan, kecuali ada keperluan atau sangat dingin.
Menggosok anggota wudhu agar lebih bersih.
Menjaga agar percikan air tidak kembali kebadan.
Tidak berbicara saat berwudhu.
Bersiwak atau menggosok-gosok gigi selain orang yang berpuasa setelah tergelincirnya matahari.
Membaca dua kalimat syahadat dan menghadap ke arah kiblat ketika berwudhu.
Berdoa setelah selesai wudhu.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهٗ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهٗ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rosuuluhuu, Alloohummaj 'alnii minat tawwaabiina waj 'alnii minal mutathoh hiriina.
Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Alloh. Ya Alloh, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci.
Baca juga :
Niat wudhu dan doa setelah wudhuDemikianlah mengenai beberapa sunah-sunah wudhu yang semoga bisa bermanfaat dan dapat menyempurnakan wudhu yang kita kerjakan. Hal tersebut juga diajarkan oleh Rosululloh SAW bahwa beliau selalu menyempurnakan wudhunya. Tapi jangan lupa kita harus memperhatikan dan tahu fardhunnya wudhu terlebih dahulu sebelum mengerjakan sunahnya wudhu.
Terima kasih Anda telah membaca artikel berjudul: Sunah-Sunah Wudhu Sebagai Penyempurna Wudhu jangan lupa + IKUTI website kami dan bergabung dengan kami di Grup WhatsApp dan Grup Telegram. Silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.