Doa Salam Ziarah Kubur Waliyulloh Lengkap Arab Latin dan Artinya
![]() |
| Adab dan Tatacara Ziarah Kubur, Bermanfaat untuk yang Hidup dan yang Mati |
Menziarahi makam para wali merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan syariat, bahkan sudah menjadi budaya yang dilakukan secara luas oleh masyarakat Muslim di Indonesia, dengan niat agar mendapatkan keberkahan dari para wali.
Selama berziarah, adab atau etika adalah hal pokok yang tak boleh diabaikan, terlebih ketika yang sedang dikunjungi adalah makam para kekasih Alloh. Etika tersebut berlaku sebagaimana layaknya kita hormat kepada mereka tatkala masih hidup.
Di antara etika tersebut adalah mengucapkan salam, serta membaca berbagai macam dzikir dan doa-doa ketika berada di area makam para wali.
Salah satu bacaan yang dianjurkan untuk dibaca para peziarah makam wali adalah qasidah “salam kepada para wali”. Masyarakat sering menyebutnya sebagai qasidah “Salamullohi Ya Sadah”, mengambil nama dari penggalan bait pertama qosidah ini.
Syair ini diciptakan Habib Abdullah bin 'Alawi al-Haddad. Qosidah yang bersisi salam penghormatan dan doa tersebut sebaiknya dibaca ketika baru datang ke makam dan sebelum beranjak dari duduk.
Adab dan Tatacara Ziarah Waliyulloh
Ketika akan Berangkat Ziarah
- Bersedekah terlebih dahulu agar diberi keamanan dan keselamatan dalam perjalannannya.
- Membaca surat Al-Fatihah diniatkan agar perjalanannya selamat, lancar, aman, terpelihara kesehatannya, dan hasil segala maksudnya.
- Membaca surat Al-Quraisy 3x.
- Membaca ayat berikut 3x yaitu:
اِنَّ الَّذِيْ فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَٓادُّكَ اِلَى مَعَادٍ (×٣)
Innal ladzii farodho 'alaikal qur'aana laroodduka ilaa ma'aad (3X)
Sesungguhnya Dzat yang memfardhukan al-Qur'an kepadamu, sungguh akan mengembalikanmu kepada tempat asalmu.
Ketika Sampai di Tempat Ziarah
- Melaksanakan Sholat Tahiyyatul Masjid (penghormatan kepada kemuliaan masjid) sebanyak 2 roka'at di mesjid yang berada di area makam waliyulloh yang kita ziarahi. Setelah salam langsung berdoa sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ اِلَيْكَ قَصَدْتُ وَ بِبَابِكَ وَقَفْتُ وَ بِجَانِبِكَ اِلْتَجَئْتُ وَ اِيَّاكَ سَئَلْتُ وَ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ تَوَسَّلْتُ وَ بِأَنْبِيَائِكَ وَ رُسُلِكَ وَ أَوْلِيَائِكَ تَشَفَّعْتُ فَاقْضِ اللّٰهُمَّ حَاجَتِيْ وَ نَفِّسْ كُرْبَتِيْ وَ مَا نَزَلَ بِيْ مِنْ حَيْرَتِيْ.
Alloohumma ilaika qoshodtu, wa bibaabika waqoftu, wa bijaanibika iltaja'tu, wa iyyaaka sa-altu, wa bi Muhammadin (SAW) wa aalihi washohbihi tawassaltu, wa biambiyaa-ika wa rusuulika wa auliyaa-ika tasyaffa'tu. faqdhillaahumma haajatii wa naffis kurbatii wa maa nazala bii min hairotii.
Ya Alloh, hanya kepada-Mu aku bermaksud, dan hanya di pintu-Mu aku berdiri (mengharap), kepada diri-Mu sajalah aku bernaung, dan hanya kepada-MU saja aku bermohon dan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya aku bertawassul, kepada para nabi-Mu, rosul-rosul-Mu, dan para kekasih-Mu aku memohon syafaat (pertolongan). Maka penunilah segala kebutuhanku ya Alloh, lepaskanlah segala kesulitanku, dan apa-apa yang menjadi kebingunganku.
- Setelah itu, laksanakanlah Sholat Hajat 2 roka'at dengan ketentuan sebagai berikut:
- Roka'at pertama: al-Fatihah dan al-Kaafirun (1x).
- Roka'at kedua: al-Fatihah dan al-Ikhlas, al-Falaq, dan An-Naas (1X).
Setelah salam, bersujudlah sambil bermohon kepada ALLOH SWT apa saja yang menjadi hajat / keinginan kita.
- Kemudian mendatangi makam waliyulloh yang kita maksud. Ketika tepat di depan pintunya, kita membaca lantunan salam qosidah sebagai berikut:
Qosidah Ziarah Waliyulloh
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
سَلاَمُ اللهِ يَا سَادَةْ ۩ مِنَ الرَّحْمٰنِ يَغْـْشَاكُمْ
عِبَادَ اللهِ جِئْنَاكُمْ ۩ قَصَدْنَاكُمْ طَلَبْنَاكُمْ
تُعِيـْنُوْنَا تُغِيْثُوْنَا ۩ بهِمَّتِكُمْ وَجَدْوَاكُمْ
فَأَحْبُوْنَا وَأَعْطُوْنَا ۩ عَطَاَياكُمْ هَدَايَاكُمْ
فَلاَ خَيَّبْتُمُوْا ظَنِّيْ ۩ فَحَاشَاكُمْ وَحَاشَاكُمْ
سَعِدْنَا إِذْ أَتَيْنَاكُمْ ۩ وَفُزْنَا حِيْنَ زُرْنَاكُمْ
فَقُوْمُوْا وَاشْفَعُوْا فِيْنَا ۩ إِلَى الرَّحْمٰنِ مَوْلاَكُمْ
عَسَى نُحْظَى عَسَى نُعْطَى ۩ مَزَايَا مِنْ مَزَايَاكُمْ
عَسَى نَظْرَةْ عَسَى رَحْمَةْ ۩ تَغْشَانَا وَتَغْشَاكُمْ
سَلاَمُ اللهِ حَيَّاكُمْ ۩ وَعَيْنُ اللهِ تَرْعَاكُمْ
وَصَلَّى اللهُ مَوْلاَنَا ۩ وَسَلَّمَ مَا أَتَيْنَاكُمْ
عَلَى الْمُخْتَارِ شَافِعِنَا ۩ وَمُنْقذِنَا وَإِيَّاكُمْ
Bismillaahir rohmaanir rohiim
Salaamulloohi yaa saadah minar Rohmaani yaghsyaakum
'Ibaadalloohi ji'naakum qoshodnaakum tholabnaakum
Tu'iinuunaa tughiitsuunaa bihimmatikum wa jadwaakum
Fa ahbuunaa wa a'thuunaa 'athooyaakum hadaayaakum
Falaa khayyabtumuu dzonnii fahaasyaakum wahaasyaakum
Sa'idnaa idz ataynaakum wa fuznaa hiina zurnaakum
Faquumuu wasyfa'uu fiinaa ilar rohmaani mawlaakum
'Asaa nuhdzoo 'asaa nu'thoo mazaayaa min mazaayaakum
'Asaa nadzroh 'asaa rohmah taghsyaanaa wa taghsyaakum
Salaamulloohi hayyaakum wa 'ainulloohi tar'aakum
Wa shollalloohu mawlaanaa wa sallam maa atainaakum
'Alal mukhtaari syaafi'inaa wa munqidzinaa wa iyyaakumDengan menyebut nama Alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Wahai Tuanku, semoga salam Alloh tetap tercurah padamu.
Wahai hamba-hamba Alloh, kami datang kepadamu.
Kami bermaksud (bersentuhan dengan rohanimu) dan kami berharap (berkahmu).
Untuk menolong kami, menyejukkan kami dengan siraman yang berasal darimu, sesuai dengan tekad dan pencapaianmu (selama ini).
Maka cintailahlah dan berikanlah kepada kami hal-hal yang Alloh berikan dan hadiahkan padamu.
Jangan biarkan pengharapan ini sia-sia, jauhlah engkau semua (dari sifat tega menyia-nyiakan kami).
Kami sangat beruntung datang di haribaanmu dan kami amat berbahagia dengan menziarahimu, maka bangkitlah dan syafaatilah kami bermohon pada Alloh yang bersifat Ar-Rahman, Tuanmu.
Mudah-mudahan kami diberi (Alloh) keberuntungan dan diberi limpahan karunia yang selama ini dianugerahkan kepadamu.
Mudah-mudahan kita dipandang dan dilimpahi rahmat yang akan menyelimuti kami dan engkau.
Semoga engkau semakin dihidupkan dengan keselamatan (dari) Alloh dan semoga pandangan Alloh senantiasa menuntun engkau.
Mudah-mudahan rahmat Alloh dan keselamatan semakin terlimpah kepada tuan kita, manusia pilihan yang mensyafa’ati dan menyelamatkan kita.Pembacaan qosidah di atas dianjurkan pada saat ziarah ke makam para wali. Anjuran membaca qosidah tersebut merupakan bentuk takzim dan penghormatan kita kepada mereka.
Melalui perantara para wali Alloh inilah, kita (para peziarah) berharap limpahan keberkahan. Amin allohumma amin. Wallohu a'lam.
- Lalu mengucapkan salam secara umum terlebih dahulu kepada orang-orang saleh yang dikuburkan di areal makam waliyulloh sebagai berikut:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ وَاِنَّا اِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَ حِقُوْنَ. اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلاَ تَفْتِنًّا بَعْدَهُمْ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُمْ. اٰمِيْنْ.
Assalaamu 'alaikum daaro qoumim mu'miniin, wa innaa insyaa-alloohu bikum laahiquun. Alloohumma laa tahrimnaa ajrohum walaa taftinnaa ba'dahum waghfirlanaa wa lahum.
Kesejahteraan atas kalian, penghuni negeri akhirat dari kaum Mukminin dan sesungguhnya kami (jika ALLOH menghendaki) akan mengikuti kalian (ke alam kubur). Ya ALLOH, janganlah Engkau menghalangi kami balasan amal mereka, dan janganlah Engkau mendatangkan fitnah kepada kami sesudah (wafatnya) mereka, dan ampunilah kami dan mereka.
- Kemudian masuk mendekati makam waliyulloh yang kita maksud sambil mengucapkan salam khusus untuknya sebagai berikut:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا وَلِيَّ اللهِ اَلْعَارِفَ بِاللهِ اَلشَّيْخَ..... (sebut nama wali) صَاحِبَ هٰذِهِ الْمَقْبَرَةِ، جِئْنَاكُمْ زَائِرِيْنَ وَعَلَى مَقَامِكُمْ وَاقِفِيْنَ وَبِكَرَامَتِكُمْ مُتَوَسِّلِيْنَ، لاَ تُرَدَّ عَلَيْنَا خَائِبِيْنَ اِسْتَوْدَعْنَا عِنْدَكُمْ شَهَادَةَ اَنْ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ.
Assalaamu 'alaikum yaa waliyyallooh al-'aarif billaah as-syaikh... (sebutkan nama waliyullohnya) shoohiiba haadzihil maqbaroh, ji'naakum zaa-iriin, wa 'ala maqoomikum waaqifiin, wa bikaroomatikum mutawassiliin, laa turodda 'alainaa khoo-ibiin, istauda'naa 'indakum syahaadata an laa ilaaha illallooh wa anna muhammadar rosuulullooh.
Kesejahteraan atasmu, duhai kekasih ALLOH, yang makrifat kepada ALLOH, Syekh.... (sebutkan nama waliyullohnya), penghuni pekuburan ini, kami datang kepadamu dengan maksud berziarah, dan berdiri di hadapan maqom (kemuliaan martabat)mu, dan bertawassul melalui karomahmu, janganlah engkau menolak kami dalam keadaan merugi. Kami menitipkan di sisimu kesaksian bahwasanya tiada tuhan yang haq disembah kecuali ALLOH, dan bahwasanya Nabi Muhammad itu utusan ALLOH.
- Lantas membaca istighfar sebagai berikut:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ الْوَاجِبَةِ عَلَيَّ وَلِمَشَايِخِنَا وَلِأِخْوَانِنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. (×۳)
Astaghfirulloohal 'azhiim lii waliwaalidayya wa li ashhaabil huquuqil waajibati 'alayya wa li masyaayikhinaa wa li ikhwaaninaa wa li jamii'il muslimiina wal muslimaat, wal mu'miniina wal mu'minaat al-ahyaa-i minhum wal amwaat. (3x)
Aku mohon ampun kepada ALLOH Yang Maha Agung untukku, untuk kedua orangtuaku, orang-orang yang memiliki hak yang wajib ditunaikan olehku (pembantu, karyawan), untuk guru-guru kami, saudara-saudara kami yang seiman, dan untuk semua orang-orang Muslim dan Muslimah, Mukmin dan Mukminah, yang masih hidup di antara mereka maupun yang sudah mati. (3X)
- Terus membaca surat at-Takatsur 3x.
- Kemudian membaca hadhoroh-hadhoroh al-Faatihah, lalu membaca Yaa Siin dan Tahlil.
- Setelah membaca tahlil, lalu bertawassul sebagai berikut:
يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَيَا سَيِّدِيْ اَبَا بَكْرٍ وَّعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيًّا وَيَا سَيِّدِيْ اَلشَّيْخَ عَبْدَ الْقَادِرِ اَلْجَيْلاَنِيْ، اِنِّيْ اَتَوَسَّلُ بِكُمْ اِلَى اللهِ تَعَالَى فِيْ قَضَاءِ حَاجَتِيْ وَيَا وَلِيَّ اللهِ اَلْعَارِفَ بِاللهِ اَلشَّيْخَ..... (sebut nama wali) صَاحِبَ هٰذِهِ الْمَقْبَرَةِ اِنِّيْ أَتَوَسَّلُ بِكُمْ اِلَى اللهِ تَعَالَى فِيْ قَضَاءِ حَاجَتِيْ هٰذِهِ ..........
Yaa sayyidii yaa Rosuulallooh, wa yaa sayyidii Abaa Bakrin, wa 'Umaro wa 'Utsmaana wa 'Aliyyan, wa yaa sayyidii as-Syekh Abdal Qoodir al-Jailanii. Innii atawassalu bikum ilalloohi ta'aala fii qodhoo-i haajatii, wa yaa waliyyallooh, al-'Aarif billaah as-Syekh.... (sebut nama waliyullohnya).... shoohiba haadzihil maqbaroh, innii atawassalu bikum ilalloohi ta'aalaa fii qodhoo-i haajatii haadzihi....
Duhai junjunganku, duhai Rosululloh. Duhai junjunganku Abu Bakar, Umar, Utsman, dan 'Ali. Duhai junjunganku Syekh Abdul Qodir al-Jailani, sesungguhnya aku bertawassul kepada Alloh Ta'ala melalui (karomah)mu agar terpenuhi segala hajat / keinginanku. Duhai kekasih Alloh, yang tinggi ma'rifat kepada-Nya yakni Syekh...... (sebut nama waliyullohnya) .... ahli kubur ini. Sesungguhnya aku bertawassul kepada Alloh Ta'ala melalui (karomah) engkau agar terpenuhinya hajatku ini yaitu........
Kemudian berdo'a sendiri-sendiri apa yang menjadi maksud peziarah.
- Setelah bertawassul, kemudian membaca:
لَهُمُ الْفَاتِحَة....
Para peziarah sama-sama membaca surat al-Fatihah.
- Ditutup dengan doa tawassul berikut ini:
Doa Tawassul
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
عِبَادَ اللهِ رِجَالَ اللهِ # أَغِيْثُوْنَا لِأَجْلِ اللهِ
وَكُوْنُوْا عَوْنَنَا لِلّٰهِ # عَسَى نَحْظَى بِفَضْلِ اللهِ
وَيَا أَقْطَابْ وَيَا أَنْجَابْ # وَيَا سَادَاتْ وَيَا أَحْبَابْ
وَأَنْتُمْ يَاأُوْلِى الْأَلْبَابِ # تَعَالَوْا وَانْصُرُوْا لِلّٰهِ
سَئَلْنَاكُمْ سَئَلْنَاكُمْ # وَلِلزُّلْفَى رَجَوْنَاكُمْ
وَفِيْ أَمْرٍ قَصَدْنَاكُمْ # فَشُدُّوْا عَزْمَكُمْ لِلّٰهِ
فَيَارَبِّيْ بِسَادَاتِيْ # تَحَقَّقْ لِيْ اِشَارَتِيْ
عَسَى تَأْتِيْ بِشَارَتِيْ # وَيَصْفُوْ وَقْتُنَا لِلّٰهِ
بِكَشْفِ الْحُجْبِ عَنْ عَيْنِيْ # وَرَفْعِ الْبَيْنِ مِنْ بَيْنِيْ
وَطَمْسِ الْكَيْفِ وَالْأَيْنِ # بِنُوْرِ الْوَجْهِ يَااَللهُ
صَلاَةُ اللهِ مَوْلاَنَا # عَلَى مَنْ بِالْهُدَى جَانَا
وَمَنْ بِالْحَقِّ اَوْلاَنَا # شَفِيْعِ الْخَلْقِ عِنْدَ اللهِ
لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ # لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ يُحْيِ الْقَلْبَ ذِكْرً اللهِ
لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ # لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
Bismillaahir rohmaanir rohiim
'Ibaadallooh rijaalallooh # Aghiitsuunaa li ajlillaah
Wakuunuu 'aunanaa lillaah # 'Asaa nahzhoo bifadhlillaah
Wa yaa aqthoob wa yaa anjaab # Wa yaa saadaat wa yaa ahbaab
Wa antum yaa ulil albaab # Ta'alaw wanshuruu lillaah
Sa-alnaakum sa-alnaakum # Wa lizzulfaa rojaunaakum
Wa fii amrin qoshodnaakum # Fasyudduu 'azmaakum lillaah
Fa yaa robbii bi saadaatii # Tahaqqoq lii isyaarootii
'Asaa ta'tii bisyaarootii # Wayashfu waqtunaa lillaah
Bikasyfil hujbi 'an 'ainii # Wa rof'il baini mim bainii
Wathomsil kaifi wal aini # Bi nuuril wajhi yaa Alloh
Sholaatulloohi maulaanaa # 'Alaa man bil hudaa jaanaa
Wa man bilhaqqi aulaanaa # Syafii’il kholqi 'indallooh
Laa ilaaha illallooh, laa ilaaha illallooh # Laa ilaaha illallooh, yuhyil qolba dzikrullooh
Laa ilaaha illallooh, laa ilaaha illallooh # Laa ilaaha illallooh, muhammadur rosuululloohDengan menyebut nama ALLOH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Duhai hamba-hamba ALLOH, duhai Rijaalulloh (kekasih-kekasih ALLOH / malaikat) # Tolonglah kami karena ALLOH.
Dan hendaklah kalian jadi penolong kami karena ALLOH # Semoga kami memperoleh (keberuntungan)dengan anugerah ALLOH.
Duhai para Aqthob (wali qutub) dan duhai para Anjab (orang-orang yang mulia di sisi ALLOH) # Duhai para junjungan, dan duhai para kekasih (ALLOH).
Dan kalian duhai pemilik kecerdikan # Kemarilah dan tolonglah oleh kalian semua karena ALLOH.
Kami memohon padamu, kami memohon padamu # Dan untuk kedekatan kami mengharap padamu.
Dan pada suatu urusan kami bermaksud padamu # Maka kokohkanlah tekadmu karena ALLOH.
Duhai Tuhanku dengan (berkah) junjunganku # Nyatakanlah / wujudkanlah isyarat / petunjuk (yang datang pada)ku.
Semoga datang kabar gembira (pada)ku # Dan menjernihkan waktu (kesulitan) kami karena ALLOH.
Dengan menyingkapkan tirai (rahasia takdir) dari mataku # Dan menghilangkan permusuhan di antara kami.
Dan menghapuskan bagaimana dan di mana # Dengan cahaya Dzat-MU, ya ALLOH.
Rahmat ALLOH, pengurus kita # Atas manusia yang terhadap petunjuk telah memutihkan / meluruskan.
Dan terhadap manusia yang terhadap kebenaran sangat memperhatikan kami # Yang menjadi penolong bagi semua makhluk di sisi ALLOH.
Tiada tuhan selain ALLOH, Tiada tuhan selain ALLOH # Tiada tuhan selain ALLOH, mengingat ALLOH dapat menghidupkan hati.
Tiada tuhan selain ALLOH, Tiada tuhan selain ALLOH # Tiada tuhan selain ALLOH, Nabi Muhammad utusan ALLOH. - Berdoa dengan bertawasul:
- Berdoa bersifat khusus masing-masing jamaah.
- Berdoa bersifat umum dipimpin imam ziarah.
- Setelah doa membaca sholawat:
مَوْلاَيَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِـمًا أَبَدً * عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِالْخَلْقِ كُلِّهِمِ
هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِي تُرْجَى شَفَاعَتُه ُ * لِكُلِّ هَوْلٍ مِّنَ اْلأَهْوَالِ مُقْتَحَمِ
يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلَّغْ مَقَاصِدَنَا * وَاغْفِرْ لَنَا مَامَضَى يَا وَسِعَ الْكَرَمِ
- Diakhiri dengan membaca doa:
رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْكَتِهِمْ - وَاهْدِنَا اْلحُسْنى بِحُرْمَتِهِمْ
وَأَمِتْنَا فِيْ طَرِيْقَنِهِمْ - وَ مُعَافاَةٍ مِّنَ اْلفِتَنِ
مَنْ أَمَّكُمْ لِرَغْبَةٍ فِيْكُمْ جُبِرَ وَمَنْ تَكُوْنُوْا نَاصِرِيْهِ يَنْتَصِرُ
(يَا سَادَتِي x٣)
(الْفَاتِحَة ... صلوات...)
- Lalu keluar dari area makam waliyulloh dengan membaca sholawat sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
Alloohumma sholli 'alaa Muhammad, Alloohumma sholli 'alaihi wa sallim
Ya ALLOH limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, Ya ALLOH limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepadanya.
- Untuk mempercepat terkabulnya do'a, hendaknya kita memberi penajam do'anya berupa sedekah dengan mengisi kotak amal yang ada di area makam waliyullah atau para peminta-minta sambil diniatkan agar segala maksud dan keinginan kita segera terkabul.
- Dianjurkan pula membawa air di botol Aqua untuk dibacakan tahlil dan tawassul di makam waliyullah.
Manfaat Ziarah
Manfaat bagi Peziarah
Pertama, tujuan yang manfaatnya kembali kepada orang yang berziarah. Bentuknya mengingatkan orang yang berziarah akan kematian dan kehidupan dunia yang fana. Bekal utama mereka adalah iman dan amal soleh.
Tujuan ini yang sering ditekankan oleh Rosululloh SAW. Dalam hadis dari Ali bin Abi Tholib ra, Nabi SAW bersabda:
إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمِ الْآخِرَةَ.
Dulu aku melarang kalian untuk ziarah kubur. Sekarang lakukanlah ziarah kubur, karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan akhirat. (HR. Ahmad 1236 dan dishahihkan oleh Syuaib al-Arnauth)
Dalam riwayat lain, beliau bersabda:
فَزُورُوَا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكّركُمُ الـمَوتَ.
Lakukanlah ziarah kubur, karena ziarah kubur akan mengingatkan kalian tentang kematian. (HR. Ibn Hibban 3169 dan sanadnya dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth)
Manfaat bagi yang Diziarahi
Kedua, tujuan yang manfaatnya kembali kepada mayit. Bentuknya adalah salam dari pengunjung dan doa kebaikan untuk mayit, serta seluruh penghuni kubur lainnya. Orang mati yang sudah tidak mampu menambah amal, dia sangat membutuhkan doa orang yang masih hidup.
Rosululloh SAW telah mengajarkan kepada kita doa ketika berziarah kubur.
Berikut ini teks doa ketika berziarah kubur yang diajarkan oleh Rosululloh SAW lengkap arab latin dan artinya:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.
Assalamu 'Alaikum Ahlad-Diyaar Minal Mu'miniina Wal Muslimiin, Wa Yarhamulloohul Mustaqdimiina Minnaa Wal Musta'khiriin, Wa Inna Insyaa Alloohu Bikum La-Laahiquun, Wa As Alullooha Lanaa Walakumul 'Aafiyah.
Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Alloh merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Alloh akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.
Hadis ini diajarkan kepada 'Aisyah radhiyallohu 'anha, ketika beliau bertanya kepada Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam tentang doa yang dibaca pada saat ziarah kubur.
(HR. Ahmad 25855, Muslim 975, Ibnu Hibban 7110, dan yang lainnya).
Bisa juga dengan bacaan yang lebih ringkas yang diambil dari sumber hadits berikut ini:
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu 'anhu, bahwa Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam pernah mengunjungi kuburan. Kemudian beliau berdoa,
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ.
Keselamatan untuk kalian, wahai penghuni rumah kaum mukiminin. Kami insyaa Alloh akan menyusul kalian. (HR. Muslim 249)
Wallohu A'lam bish Showaab.


