Niat Mandi Sunnah Hari Raya Lengkap Arab Latin dan Artinya
![]() |
| Mandi Sunnah Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha: Panduan Niat dan Tata Cara Lengkap |
Mandi Sunnah Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha termasuk anjuran sebelum sholat Id. Kesunnahan ini berlaku untuk setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
Salah satu amaliah yang dianjurkan di hari raya (Idul Fitri/Idul Adha) adalah Mandi Sunnah sebelum Sholat Id. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rosail al-Imam al-Ghozali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 437) sebagai berikut:
والاغتسال في صبيحة يومه
Mandi pagi di hari itu (Hari Id).
Yang dimaksud mandi di sini bukan mandi biasa, tetapi mandi di pagi hari dengan mengguyur seluruh tubuh dan anggota badan, yakni dari rambut di kepala hingga telapak kaki dengan air.
Seseorang wanita yang sedang menstruasi dan nifas dianjurkan juga untuk melakukan mandi sunnah Idul Fitri. Rasulullah SAW selalu mandi sebelum berangkat Sholat Id, baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha.
Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah menjelaskan bahwa Rosululloh SAW bersabda:
Dan dari Abdulloh bin Abbas RA, ia berkata bahwasanya Nabi SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. (HR. Ibnu Majah).
Dilansir NU Online, Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din memberikan petunjuk waktu paling utama melakukan mandi sunnah yakni sebelum sholat Subuh pada pagi di hari sebelum melaksanakan Sholat Id.
Sementara Syekh Al-Baijuri mengatakan seseorang diperbolehkan mandi wajib Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha mulai tengah malam pada waktu dini hari.
sebagaimana penjelasan Syekh al-Baijuri dalam kitabnya Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrohim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qosim al-Ghozi 'ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja' (Beirut: Dar al-Kitab al-Ilmiyyah, 1999) Cetakan 2, Juz I, hal. 153 sebagai berikut:
ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل
Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam.
Dengan demikian, mandi sunnah Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha boleh dilaksanakn pada waktu dini hari hingga setelah terbit fajar atau sebelum sholat Id.
Adapun bacaan niatnya sebagai berikut.
Merujuk buku Tanya Jawab Islam yang disusun oleh Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah (PISS) KTB, niat mandi dilafalkan bersamaan ketika membasuh air pertama ke tubuh.
Ada dua bacaan niat yang bisa digunakan yakni:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adaa-al ghuslil masnuuni lii fii hadzihil lailatil min romadhona lillaahi ta'aalaa.
Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Romadhon karena Alloh Ta'ala.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li 'iidil fithri sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Alloh Ta'ala.
Untuk Niat Mandi Sunnah Idul Adha, ganti lafadz "Li 'Idil Fitri" dengan kalimat "Li 'Idil Adha".
Ketentuan mandi ini tidak ada bendanya dengan mandi wajib pada umumnya. Intinya adalah membasuh seluruh tubuh dengan air secara menyeluruh yang dimulai dari tubuh bagian kanan.
Berikut ini tatacaranya:
Untuk menyempurnakannya dapat melakukan sunnah-sunnah berikut ini untuk menghilangkan hadas besar.
Demikian bacaan niat mandi sunnah Hari Raya sebelum melaksanakan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha lengkap teks arab, latin serta artinya dilengkapi dengan tata cara melakukannya. Semoga bermanfaat.
Terima kasih Anda telah membaca artikel berjudul: Niat Mandi Sunnah Hari Raya Lengkap Arab Latin dan Artinya jangan lupa + IKUTI website kami dan bergabung dengan kami di Grup WhatsApp dan Grup Telegram. Silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.