Bacaan Tarqiyyah Bilal Jumat Lengkap Arab Latin dan Artinya
Muroqi atau yang bisa disebut Bilal adalah orang yang bertugas membacakan bacaan-bacaan sebelum khotib naik mimbar untuk menyampaikan khutbah Jum’at.
Selain memiliki tugas membaca tarqiyyah sebelum khotib naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah Jum’at, seorang Muroqi juga memiliki tugas sebagai Muadzin. Oleh karenanya, Muroqi disebut juga dengan Bilal.
Berikut bacaan muroqi Jum’at beserta arti dan hukumnya dalam Islam. Namun sebelum itu, perlu kalian ketahui mulai dari pengertian Bilal beserta perannya.
Apa Itu Bilal Jumat dan Perannya?
Istilah bilal dalam konteks sholat Jumat merujuk pada seseorang yang bertugas mengumandangkan adzan dan melantunkan bacaan-bacaan tertentu sebagai bagian dari prosesi ibadah.
Peran ini memiliki akar sejarah yang kuat, merujuk pada Bilal bin Rabah, sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai muadzin pertama dalam Islam. Tugas utamanya adalah memastikan kelancaran pelaksanaan sholat Jumat.
Dalam ibadah sholat Jumat, bilal memiliki peran sentral, terutama dalam melantunkan bacaan tarqiyah. Tarqiyah, secara bahasa, berarti "menaikkan," dan secara istilah, bacaan ini menjadi penanda bahwa khotib akan segera naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah.
Fungsi utama bacaan bilal Jumat ini adalah mengingatkan jamaah untuk mempersiapkan diri dan mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian.
Selain tarqiyah, bilal juga bertanggung jawab melantunkan iqomah setelah khutbah selesai, sebagai tanda bahwa sholat berjamaah akan segera dimulai. Peran ini memastikan transisi yang mulus dari khutbah ke sholat, menjaga ketertiban, dan membimbing jamaah dalam setiap tahapan ibadah.
Kehadiran bilal dengan bacaannya yang khas menjadi penanda penting dalam setiap pelaksanaan sholat Jumat.
Bacaan Bilal Jumat: Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan bilal Jumat terdiri dari beberapa bagian yang dilantunkan pada waktu-waktu krusial selama sholat Jumat. Setiap bacaan memiliki fungsi dan makna tersendiri, membimbing jamaah dari awal hingga akhir prosesi.
Berikut adalah urutan bacaan bilal Jumat yang umum dilantunkan, melansir dari buku Sholat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam Syafi'i dan Lukman Hakim:
Bacaan Sebelum Khotib Naik Mimbar (Tarqiyah)
Bilal akan melantunkan bacaan ini setelah adzan pertama dan jamaah selesai melaksanakan sholat sunnah Qobliyah Jumat. Bacaan ini berfungsi sebagai pengingat bagi jamaah untuk bersiap mendengarkan khutbah.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ، وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللهِ، رُوِيَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ، وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ (أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا رَحِمَكُمُ اللهِ ٢×) أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ.
Ma'asyiral muslimin, wa zumrotal mukminina rohimakumulloh, ruwiya 'an abi huroirota rodliyallohu 'anhu annahu qol, qola rosulullohi shollallohu alaihi wasallam, idza qulta lishohibika yaumal jumu'ati anshit, wal imamu yakhtubu faqod laghout. Anshitu wasma'u wa athi'u rohimakumulloh (2x), Anshitu wasma'u la'allakum turhamun.
Wahai golongan kaum Muslim dan kaum mukmin, semoga Alloh selalu memberikan rahmat-Nya kepada kamu sekalian. Diriwayatkan dari sahabat Abu Huroiroh RA, bahwasanya Rosululloh bersabda: 'Ketika kamu berkata 'ansit' kepada temanmu pada hari Jumat (sholat Jumat), sedangkan khotib sedang berkhutbah, maka kamu telah melakukan hal yang sia-sia. Barang siapa yang melakukan hal sia-sia, maka tidak ada Jumat baginya, maka perhatikan, kebaikan dan taatilah, semoga Alloh memberikan kepada kamu sekalian.'
Bacaan Saat Khotib Naik Mimbar
Setelah bilal selesai melantunkan bacaan tarqiyah dan khotib naik ke mimbar, bilal melanjutkan dengan membaca sholawat berikut ini:
اللَّـٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (٣×) وَبَارِكْ وَسَلِّمْ.
Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammadiw wa 'alaa ali sayyidina Muhammad (3x), wa baarik wa sallim.
Ya Alloh, berikanlah rahmat kepada hamba-Mu yang paling mulia dan baginda kami, Muhammad, beserta keluarganya, dan berikan kesejahteraan serta keselamatan.
Bacaan Setelah Khotib Naik Mimbar (Sebelum Khutbah Pertama)
Ketika khotib sudah berada di atas mimbar dan menghadap jamaah, bilal Jumat masih menghadap kiblat dan membaca doa berikut:
اللَّـٰهُمَّ قَوِّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلإِيمَانَ، مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِينَ رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، يَاخَيْرَ النَّاصِرِينَ، بِرَحْمَتِكَ يآأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Allohumma qowwil Islama wal Iman, minal muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al-ahyai minhum wal amwat. Wanshurhum 'ala mu'anidid din. Robbikhtim lana minka bil khoir, Ya Khoiron nashirina bi rohmatika Ya Arhamar Rohimin.
Ya Alloh, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (pria) dan muslimat (wanita), kaum mukminin (pria) dan mukminat (wanita), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, mudahkanlah mereka untuk mengokohkan agama, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang.
Melantunkan Adzan Kedua
Setelah Khotib naik mimbar dan sebelum Khotib mulai khotbah pertama, maka bilal melantunkan adzan yang kedua dalam rangkaian Sholat Jum'at.
Baca juga: Bacaan Adzan dan Iqomah Lengkap Arab Latin dan Artinya
Bacaan di Antara Dua Khutbah
Setelah khutbah pertama selesai, bilal membaca sholawat berikut ini sebagai jeda sebelum khotib melanjutkan khutbah kedua.
أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ، وَزِدْ وَاَتِمْ وَتَفَضَّلْ وَبَارِكْ، بِجَلاَلِكَ وَكَمَالِكَ عَلَى زَيْنِ عِبَادِكْ، وَأَشْرَفِ عِبَادِكَ سَيِّدِ الْعَرَبِ وَالْعَجَمِ، وَإِمَامِ طَيْبَةَ وَالْحَرَامْ، وَمَنْبَعِ الْعِلْمِ وَالْحِلْمِ وَالْحِكْمَةِ وَالْحِكَمْ, أَبِي الْقَاسِمِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وأَلِهِ وَسَلَّمَ، وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.
Allohumma sholli wa sallim, wa zid wa atim wa tafadh-dhal wa barik, bi jalalika wa kamalika 'ala zayni 'ibadik, wa asyrofi 'ibadik sayyidil 'arobi wal 'ajam, wa imami thoybah wal harom, wa manba'il 'ilmi wal hilm wal hikmah wal hikam, abil qosim sayyidina wa maulana Muhammadin shollallohu 'alayhi wa alihi wa sallam. Wa rodhiyallohu tabaraka wa ta'ala 'an kulli shohabati Rosulillahi ajma'in.
Ya Alloh, limpahkanlah rahmat dan salam, tambahkan, sempurnakan, karuniakan, dan berkahilah dengan keagungan dan kesempurnaan-Mu kepada hamba-Mu yang paling mulia, dan hamba-Mu yang paling agung, pemimpin bangsa Arab dan non-Arab, imam kota Thoibah dan Haram, sumber ilmu, kesabaran, hikmah, dan kebijaksanaan, Abu al-Qosim, junjungan dan pelindung kami Muhammad SAW. Dan semoga Alloh SWT meridhoi semua sahabat Rosululloh.
Atau bisa juga membaca sholawat seperti di bawah ini 3x:
اللَّـٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (٣×).
Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammadiw wa 'alaa ali sayyidina Muhammad (3x).
Ya Alloh, berikanlah rahmat kepada hamba-Mu yang paling mulia dan baginda kami, Muhammad, beserta keluarganya.
Itulah tugas utama Bilal dalam pelaksanaan sholat jumat.
Tata Cara Bilal Jumat dalam Pelaksanaan Sholat Jumat
Peran bilal dalam sholat Jumat tidak hanya terbatas pada bacaan, tetapi juga mencakup serangkaian tata cara yang terstruktur untuk memastikan kelancaran ibadah. Setiap langkah yang dilakukan bilal memiliki tujuan dan makna tersendiri, membimbing jamaah dari persiapan hingga dimulainya sholat.
Berikut adalah tata cara bilal Jumat:
- Mengumandangkan Adzan Pertama
Bilal memulai tugasnya dengan menghadap kiblat dan mengumandangkan azan pertama. Azan ini berfungsi sebagai pengingat bagi jamaah bahwa waktu sholat Jumat telah tiba, sehingga disarankan dikumandangkan dengan suara yang jelas dan panjang agar terdengar oleh seluruh jamaah.
Dalam hal ini, boleh dilakukan oleh orang lain karena adzan tersebut menandakan telah masuk waktu sholat jum'at.
- Mempersilahkan Sholat Sunnah Qobliyah
Setelah azan pertama selesai, jamaah dianjurkan untuk melaksanakan Sholat Sunnah Qobliyah Jumat. Bilal memberikan waktu bagi jamaah untuk menunaikan sholat sunnah ini sebagai persiapan sebelum mendengarkan khutbah.
- Melantunkan Bacaan Tarqiyah
Setelah sholat sunnah, bilal berdiri di dekat mimbar sambil membawa tongkat. Ia kemudian melantunkan bacaan tarqiyah (seperti yang disebutkan di bagian sebelumnya), yang menandakan bahwa khotib akan naik mimbar.
- Menyerahkan Tongkat kepada Khotib
Setelah selesai melantunkan tarqiyah, bilal menghadap kiblat. Khotib akan menghampiri bilal untuk mengambil tongkat, lalu naik ke atas mimbar.
- Membaca Sholawat dan Doa Setelah Khotib berada di atas Mimbar
Saat khotib sudah berada di atas mimbar dan menghadap jamaah, bilal Jumat masih menghadap kiblat dan melanjutkan dengan membaca sholawat dan doa (seperti yang disebutkan di bagian bacaan).
- Mengumandangkan Adzan Kedua
Setelah Khotib naik mimbar, maka bilal tetap berdiri dan menghadap kibat, kemudian mengumandangkan adzan yang kedua. Fungsi adzan kedua Sholat Jumat adalah sebagai pemberitahuan bahwa waktu sholat telah masuk dan khotib sudah naik mimbar, menjadi pengingat tambahan agar makmum segera bersiap dan tidak terlambat, serta mengumpulkan jamaah.
- Membaca Sholawat di Antara Dua Khutbah
Setelah khutbah pertama selesai, bilal membaca sholawat sebagai jeda sebelum khotib melanjutkan khutbah kedua.
- Mengumandangkan Iqomah
Setelah khutbah kedua selesai, bilal kembali berdiri di dekat mimbar untuk mengumandangkan iqomah. Iqomah ini menjadi penanda bahwa sholat Jumat akan segera dimulai, sehingga jamaah segera merapatkan shof dan bersiap untuk sholat.
Tugas Tambahan Bilal Jumat Selain Membaca Doa
Selain melantunkan berbagai bacaan bilal Jumat, seorang bilal juga memiliki beberapa tugas penting lainnya yang berkontribusi pada kelancaran dan kekhusyukan ibadah sholat Jumat.
Tugas-tugas ini menunjukkan bahwa peran bilal lebih dari sekadar pembaca doa, melainkan juga sebagai fasilitator dan penanggung jawab ketertiban di masjid.
Salah satu tugas utama bilal adalah memastikan ketertiban jamaah selama pelaksanaan sholat Jumat. Ini bisa berarti memberikan isyarat non-verbal atau mengingatkan jamaah untuk tetap tenang dan fokus. Ketertiban ini sangat penting agar jamaah dapat menyimak khutbah dan melaksanakan sholat dengan khusyuk tanpa gangguan.
Bilal juga berperan dalam membantu khotib dalam hal-hal yang dibutuhkan, seperti menyerahkan tongkat atau mempersiapkan mimbar. Selain itu, bilal mungkin juga membantu dalam pengaturan tempat sholat, memastikan shof lurus dan rapi, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan area ibadah.
Tugas-tugas ini, meskipun terlihat sederhana, sangat mendukung kelancaran seluruh prosesi sholat Jumat.
Variasi Bacaan Bilal Jumat di Berbagai Daerah
Meskipun ada bacaan bilal Jumat yang umum digunakan, penting untuk diketahui bahwa tidak ada satu bacaan baku yang seragam di seluruh masjid atau wilayah. Variasi ini seringkali dipengaruhi oleh tradisi lokal, mazhab yang dianut, atau kebiasaan yang telah turun-temurun di suatu komunitas.
Setiap masjid mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam redaksi atau urutan bacaan yang dilantunkan oleh bilal.
Beberapa masjid mungkin menggunakan bacaan yang lebih singkat, sementara yang lain memilih bacaan yang lebih panjang atau menambahkan doa-doa spesifik. Misalnya, ada masjid yang mungkin hanya mengulang "Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad" dua kali sebagai tarqiyah, sedangkan yang lain menggunakan redaksi yang lebih lengkap. Variasi ini adalah hal yang wajar dalam praktik keagamaan Islam yang kaya akan tradisi.
Oleh karena itu, jika Anda berada di masjid baru atau ingin mengetahui bacaan yang spesifik di masjid tertentu, sebaiknya menanyakan kepada pengurus masjid setempat.
Hal ini akan membantu Anda memahami tradisi yang berlaku di sana dan mengikuti ibadah dengan lebih baik. Variasi ini menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi praktik keagamaan dalam berbagai konteks budaya.
Pentingnya Pelatihan Keterampilan Bilal bagi Generasi Muda
Peran bilal Jumat tidak hanya membutuhkan pemahaman akan bacaan, tetapi juga keterampilan dalam melantunkannya dengan baik dan benar. Oleh karena itu, pelatihan keterampilan bilal menjadi sangat penting, terutama bagi generasi muda.
Program pelatihan semacam ini tidak hanya membekali mereka dengan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat pemahaman agama dan karakter spiritual.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Pengabdian Sosial oleh Maulana Iqbal dan Abdullah (2024) berjudul Pendampingan dalam Pelatihan Keterampilan Bilal Sebagai Upaya Membangun Generasi Muda yang Beriman dan Berilmu di MAN Kota Palangka Raya menyoroti pentingnya program ini.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman agama, keterampilan, serta antusiasme siswa dalam praktik keagamaan. Pelatihan ini juga menumbuhkan sikap inklusif dan toleransi.
Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar tata cara dan bacaan bilal Jumat, tetapi juga didorong untuk aktif terlibat dalam kegiatan islami. Hal ini sejalan dengan tujuan membentuk generasi muda yang memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat, siap berkontribusi positif di lingkungan sosial.
Keterampilan ini juga memberikan bekal praktis yang dapat diaplikasikan di berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Sumber:
- Abdul Salam, Abu Hurairah. (2018). Doa dan Zikir Makbul. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
- Iqbal, Maulana & Abdullah. (2024). Pendampingan dalam Pelatihan Keterampilan Bilal Sebagai Upaya Membangun Generasi Muda yang Beriman dan Berilmu di MAN Kota Palangka Raya. Jurnal Pengabdian Sosial, 1(12), 2319-2324.
- Syafi'i, Nasrul Umam & Hakim, Lukman. (2019). Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis. Jakarta: Pustaka Ilmu.

