Niat Membayar Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Membayar zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Membayar zakat merupakan rukun Islam yang ke-3 setelah syahadat dan mendirikan sholat. Jadi kita sebagai umat Islam yang secara ekonominya mampu tetapi enggan membayar zakat maka akan berdosa.
Perintah membayar zakat di dalam Al Qur'an selalu beriringan dengan mengerjakan sholat. Hal itu berarti selain kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk mengerjakan sholat untuk menjaga hubungan baik dengan Alloh SWT. Kita juga diperintahkan untuk menunaikan zakat untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. Yakni dengan meringankan beban saudaranya dengan zakat tersebut.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama dalam Islam zakat dibagi menjadi dua macam yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
Besarnya zakat fitrah yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim laki-laki atau perempuan, tua maupun muda yaitu sebanyak 2,5 kg berupa makanan pokok masyarakat setempat seperti beras, jagung, gandum atau makanan pokok lainnya. Untuk anak-anak zakat menjadi tanggung jawab orang tuanya dan hamba sahaya atau pembantu menjadi tanggung jawab majikannya.
Baca Juga :
Niat Puasa Ramadhan Dan Doa Saat Berbuka Puasa LengkapUntuk waktu menunaikan zakat fitrah berbeda dengan menunaikan Zakat mal. Menunaikan zakat fitrah harus pada waktu tertentu sesuai dengan Syariat Islam. Waktu menunaikan Zakat fitrah yaitu pada awal dan pertengahan bulan ramadhan, pada Akhir ramadhan hingga waktu subuh, setelah shalat shubuh sebelum shalat idul fitri.
Apabila seseorang sudah memenuhi syarat yang sudah ditentukan seseorang wajib membayar zakat fitrah. Berikut hal-hal yang merupakan syarat wajib zakat fitrah:
Rukun zakat fitrah merupakan segala sesuatu yang ada dalam menunaikan zakat fitrah. Berikut adalah rukun zakat fitrah :
Baca Juga :
Niat Puasa Ramadhan Dan Doa Saat Berbuka Puasa LengkapBerikut lafadz niat zakat fitrah lengkap arab dan latin beserta artinya:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالىٰ
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri 'an nafsi fardhol lillaahi ta'ala.
Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Alloh Ta'ala.
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالىٰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'an zauji, fardhol lillahi ta'ala.
Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk suamiku, fardhu karena Alloh Ta'ala.
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالىٰ
Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an zaujati, fardhol lillahi ta'ala.
Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Alloh Ta'ala.
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالىٰ
Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an waladi ... (sebutkan nama), fardhol lillahi ta'ala.
Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ... (sebutkan nama), fardhu karena Alloh Ta'ala.
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالىٰ
Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an binti ... (sebutkan nama), fardhol lillahi ta'ala.
Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ... (sebutkan nama), fardhu karena Alloh Ta'ala.
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّيْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِيْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالىٰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri 'anniy wa 'an jami'i ma yalzimuniy nafaqotuhum syar'an fardhol lillahi ta'ala.
Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu karena Alloh Ta'ala.
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالىٰ
Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an .. (sebutkan nama), fardhol lillahi ta'ala.
Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk ... (sebutkan nama), fardhu karena Alloh Ta'ala.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samii'ul 'aliim.
Ya Tuhan kami terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
اٰجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
Ajarokallohu fiima a'thoyta, wa baaroka fiima abqoyta wa ja'alahu laka thohuron.
Semoga Alloh memberikan pahala atas harta yang telah diberikan, semoga Alloh memberkahi harta yang tersisa dan semoga pula menjadikannya suci atas harta lainnya.
Setelah memahami bacaan niat yang tepat, langkah selanjutnya adalah mengetahui tata cara membayar zakat fitrah. Berikut adalah panduan lengkap yang perlu Anda ketahui.
Zakat fitrah dikenakan kepada setiap orang yang memiliki tanggungan, baik untuk diri sendiri, pasangan, anak-anak, atau orang tua. Dengan demikian, seorang suami yang sudah menikah harus membayar zakat untuk dirinya sendiri dan istri, serta anak-anak yang masih menjadi tanggungannya.
Zakat fitrah umumnya diberikan dalam bentuk bahan pangan pokok, seperti beras, dengan jumlah sekitar 2,5 kg per jiwa. Anda juga bisa mengganti zakat fitrah dalam bentuk uang tunai yang setara dengan harga bahan pangan tersebut.
Penting untuk membayar zakat fitrah pada waktu yang tepat agar dapat memenuhi syarat sah. Berikut adalah waktu yang dianjurkan untuk membayar zakat fitrah:
Zakat fitrah sebenarnya dapat dibayar sepanjang bulan Romadhon, akan tetapi disarankan untuk dilakukan di akhir bulan. Hal ini karena zakat fitrah berfungsi untuk membersihkan diri dari perbuatan sia-sia, seperti berkata kotor atau bergunjing, yang mungkin dilakukan selama bulan Romadhon.
Setelah zakat fitrah dihitung dan niat dibacakan, zakat tersebut dapat diserahkan langsung kepada mustahik (penerima zakat) atau melalui amil zakat yang akan mendistribusikan zakat kepada yang berhak menerimanya. Disarankan untuk membayar melalui amil zakat agar lebih terdistribusi dengan baik dan tepat sasaran.
(Lihat: Ibnu Qudamah al-Maqdisi, al-Mughni wa al-Syarh al-Kabir, juz 7, hal. 168).
Demikianlah mengenai niat membayar zakat fitrah Untuk diri sendiri dan keluarga beserta doa saat mengeluarkan zakat fitrah dan menerima zakat fitrah.
Zakat selain kewajiban bagi setiap muslim yang mampu juga dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.
Sehingga zakat juga dapat meringankan beban fakir miskin, menumbuhkan sifat terpuji baik bagi muzaki (orang yang zakat) maupun para mustahik (orang yang menerima zakat) dan lain sebagainya.
Terima kasih Anda telah membaca artikel berjudul: Niat Membayar Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri dan Keluarga jangan lupa + IKUTI website kami dan bergabung dengan kami di Grup WhatsApp dan Grup Telegram. Silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.