0S3d5zLbo07wzSes8mCOCYtdrGvF6lw61q5ubEAM
Bookmark
{{ date }}
{{ time }}
Sudah SHOLAT kah Anda?

Keutamaan Bulan Rajab dan Doa Khusus Bulan Rojab, Sya'ban hingga Romadhon Lengkap Arab Latin dan Artinya

Keutamaan Bulan Rajab dan Doa Khusus Bulan Rojab, Sya'ban hingga Romadhon
Keutamaan Bulan Rajab dan Doa Khusus Bulan Rojab, Sya'ban hingga Romadhon

Berdoa dalam bulan rojab minta keberkahan bulan rojab, sya'ban dan romadhon. Pada Awal bulan Rojab / muharrom terdapat Doa yang sangat pouler di baca, dari awal bulan rojab sampai datangnya bulan Romadhon.

Dalam sebuah riwayat, Rosululloh SAW, saat memasuki bulan Rojab beliau Nabi Muhammad SAW selalu membaca doa hingga datang nya bulan Romadhon dengan bacaan doa sebagai berikut:

Doa Bulan Rojab menuju Sya'ban sampai Romadhon

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲْ ﺭَﺟَﺐَ ﻭَﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ ﻭَﺑَﻠِّﻐْﻨَﺎ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ

Allohumma baarik lanaa fii rojaba wa sya'baana wa ballignaa romadhona

"Ya Alloh berkahilah kami pada bulan Rojab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Romadhon.

Doa bulan rojab diatas berisi harapan agar mendapat keberkahan rezeki di bulan rojab dan sya'ban hingga dipertemukan dengan bulan romadhon akan bisa memanfaatkan dan fokus beribadah pada bulan romadhon.

Tentu saja dengan berdoa maka akan ada harapan baru untuk bisa memenuhi segala hajat, dan tentunya sebagai sarana lebih mendekatkan hati dengan Alloh SWT.

Berdoa di bulan Rojab dengan doa khusus tersebut insya Alloh, Alloh akan mengabulkan doa kita, karena bulan rojab, termasuk dalam waktu yang mustajabah untuk berdoaa.

Maka berdoalah dengan meminta diberikan Umur yang panjang, rezeki yang berkecukupan, ilmu yang bermanfaat, ditetapkanya Iman Islam, agar dalam kehidupan yang kita dijalani mampu untuk meraih kebahagiaan dunia dan Ridho Alloh SWT.


Bulan Rojab dan Keutamaannya

Bulan Rojab adalah salah satu bulan mulia, yang telah Alloh Ta’ala sebutkan sebagai asyhurul hurum (bulan-bulan harom). Maksudnya, saat itu manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak. [1]

Alloh Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Alloh, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan harom …” (QS. Al Maidah (95): 2)

Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan-bulan harom, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan harom) adalah Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Rojab, dan Muharrom. (At Tirmidzi No. 1512)

Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Sesungguhnya bilangan bulan menurut Alloh adalah 12 bulan, dalam ketetapan Alloh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya 4 bulan harom." (Q.S. At-Taubah [9]: 35).

Tatkala Nabi Muhammad memasuki bulan suci Rojab, ada satu doa yang tidak pernah beliau lewatkan. Doa tersebut biasa diucapkan setiap kali bulan Rojab datang. Diriwayatkan dari sahabat Anas, beliau berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ إِذَا دَخَلَ رَجَبَ قَالَ: أَلَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

"Nabi Muhammad setiap kali memasuki bulan Rojab, maka belaiu berdoa, “Ya-Alloh! Berkailah kami di bulan Rojab dan Sya’ban. Juga, sampaikan kami kepada bulan Romadhon (untuk senantiasa bisa beribadah kepada-Mu)." (HR. Ahmad bin Hanbal).

Asal Kata Rojab

Adapun penamaan bulan Rojab berdasarkan dari Sahabat Anas bin Malik yang meriwayatkan satu keterangan dari Nabi Muhammad mengenai asal-usul dibalik penamaan bulan Rojab. Sahabat Anas berkata:

قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ لِمَ سُمِيَ رَجَبَ؟ قاَلَ: لِأَنَّهُ يَتَرَجَّبُ فِيْهِ خَيْرٌ كَثِيْرٌ لِشَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

"Dikatakan kepada Nabi Muhammad: Wahai utusan Alloh! Kenapa disebut sebagai bulan Rojab?, lalu Nabi Muhammad menjawab: Karena pada bulan tersebut terdapat banyak kebaikan yang diagungkan untuk bulan Sya'ban dan Romadhon." (HR. Imam Bukhori).


Keutamaan Bulan Rojab

  1. Pertama, orang yang berpuasa di bulan Rojab akan mendapatkan pahala yang besar. Salah satu pahala tersebut adalah mendapat kenikmatan berupa aliran air sungai nanti di surga. Diriwayatkan dari sahabat Anas beliau berkata:

    إِنَّ فِي الجَنَّةِ نَهْرًا يُقَالُ لَهُ رَجَبَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ يَوْمًا وَاحِدًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ

    "Sesungguhnya ada satu sungai di surga bernama Rojab. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rojab, maka Alloh akan memberikan aliran dari sungai tersebut." (HR. Imam Baihaqi).

  2. Kedua, Nabi Muhammad tidak pernah berpuasa lengkap selama satu bulan setelah bulan Romadhon kecuali bulan Rojab. Sebagaimana informasi dari sahabat Abu Huroiroh berikut:

    أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ لَمْ يَتِمْ صَوْمَ شَهْرٍ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَّا رَجَبُ وَشَعْبَانُ

    "Sesungguhnya Nabi Muhammad tidak menyempurnakan puasa satu bulan setelah Romadhon kecuali Rojab dan Sya'ban." (HR. Imam Tobroni).

    Dari riwayat di atas, setidaknya dengan kita berpuasa secara lengkap di bulan Rojab, kita bisa menjadi umat yang senantiasa mengikuti perilaku Nabi Muhammad. Dari situ pula, kita bisa menumbuhkan dan meningkaatkan rasa cinta kepada beliau.

  3. Ketiga, orang yang menghidupkan malam-malam di bulan Rojab, maka Alloh akan memberikan keistimewaan nanti di surga. Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Abu Ali bin Husain bahwa Nabi Muhammad berkata:

    مَنْ أَحْيَا لَيْلَةَ رَجَبَ وَصَامَ يَوْمَهَا أَطْعَمَهُ اللهُ مِنْ ثِمَارِ الجَنَّةِ وَكَسَاهُ مِنْ خُضْرِ الجَنَّةِ وَسَقَاهُ مِنَ الرَّحِيْقِ المَخْتُوْمِ

    "Barang siapa menghidupkan malam bulan Rojab, berpuasa di siang hari bulan tersebut, maka Alloh akan memberikan makanan berupa buah-buahan surga, memberikan pakaian hijau di surga, dan memberikan wewangian yang sempurna." (HR. Imam ibn al-Jauzi).

Demikianlah sekelumit keutamaan yang ada di bulan Rojab. Sebagai umat Islam, hendaknya kita memperbanyak amalan di bulan ini. Seraya mengharap kebaikan dari Alloh untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat.


Bulan Sya’ban dan Keutamaannya

Bulan Sya’ban sendiri adalah bulan kedelapan dalam kalender hijriyah. Bulan ini memiliki sejumlah keutamaan.

Sya’ban dalam bahasa Arab berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan.

Bulan Sya’ban terletak di antara bulan Rojab dan bulan Romadhon. Karena diapit oleh dua bulan mulia ini, maka Sya’ban seringkali dilupakan. Padahal semestinya tidaklah demikian.

Dalam bulan Sya’ban terdapat berbagai keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan umat Islam, baik sebagai individu maupun dalam lingkup kemasyarakatan.

Diapit Dua Bulan Mulia

Karena letaknya yang mendekati bulan Romadhon, bulan Sya’ban memiliki berbagai hal yang dapat memperkuat keimanan.

Umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri menjemput datangnya bulan termulia dengan penuh suka cita dan pengharapan anugerah dari Alloh SWT, karena telah mulai merasakan suasana kemuliaan Romadhon.

Rosululloh SAW bersabda:

ذاكَ شهر تغفل الناس فِيه عنه ، بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم -- حديث صحيح رواه أبو داود النسائي

"Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rojab dengan bulan Romadhon. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa." (HR Abu Dawud dan Nasa’i).

Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah, bahwa Rosululloh SAW tidak pernah berpuasa (sunnah) lebih banyak daripada ketika bulan Sya’ban. Periwayatan ini kemudian mendasari kemuliaan bulan Sya’ban di antara bulan Rojab dan Romadhon.

Oleh karena itu pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berdzikir dan meminta ampunan serta pertolongan dari Alloh SWT. Pada bulan ini, sungguh Alloh banyak sekali menurunkan kebaikan-kebaikan berupa syafaat (pertolongan), maghfiroh (ampunan), dan itqun min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api neraka).

Dari sinilah umat Islam, berusaha memuliakan bulan Sya’ban dengan mengadakan shodaqoh dan menjalin silaturahim. Umat Islam di Nusantara biasanya menyambut keistimewaan bulan Sya’ban dengan mempererat silaturohim melalui pengiriman oleh-oleh yang berupa makanan kepada para kerabat, sanak famili, dan kolega kerja mereka.

Sehingga terciptalah tradisi saling mengirim parsel di antara umat Islam. Karena, di kalangan umat Islam Nusantara, bulan Sya’ban dinamakan sebagai bulan Ruwah, maka tradisi saling kirim parsel makanan ini dinamakan sebagai Ruwahan. Tradisi ini menyimbolkan persaudaraan dan mempererat ikatan silaturahim kepada sesama Muslim.

Malam Nisfu Sya'ban

Keistimewaan bulan ini juga terletak pada pertengahannya yang biasanya disebut sebagai Nisfu Sya’ban. Secara harfiyah istilah Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban.

Kaum Muslimin meyakini bahwa pada malam ini, dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah swt, dan pada malam itu pula buku catatan-catatan amal yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru.

Imam Ghozali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut al-Ghozali, pada malam ke-13 bulan Sya’ban Alloh SWT, memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh.

Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Alloh SWT.

Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Alloh SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang soleh.

Melihat banyaknya keutamaan di bulan Sya’ban kita sebagai umat Islam dapat memaksimalkan amal ibadah di bulan ini. Kita juga dianjurkan untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Romadhon, di antaranya segera mengqodha puasa romadhon bagi masih memiliki hutang puasa.


Bulan Romadhon dan Keutamannya

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu' mencantumkan sebuah hadits yang berisi doa Nabi Muhammad SAW saat menyambut bulan Romadhon. Hadits tersebut diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Tholhah bin Ubaidillah, ia berkata: "Sesungguhnya Nabi SAW ketika telah melihat hilal (Romadhon), beliau berdoa:

Ya Alloh jadikanlah hilal (bulan ini) bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Alloh." (HR At-Tirmidzi).

Itulah hadits tentang menyambut bulan Romadhon yang berisi anjuran kepada umat muslim untuk bersuka cita, memperbanyak puasa, dan berdoa. Bulan Romadhon diciptakan Alloh SWT penuh dengan keutamaan dan kemuliaan. Maka mempelajari dan memahami keutamaan dan kemuliaan tersebut akan memotifasi kita untuk lebih meningkatkan amal ibadah kita. Alloh benar-benar maha pengasih lagi maha penyayang. Sungguh banyak kemulian dan keutamaan yang Alloh anugerahkan pada bulan yang suci ini. Di antara keutamaan dan kemuliaan bulan Romadhon adalah:

Bulan Pendidikan (Syahrut Tarbiyah)

Romadhon adalah bulan pendidikan (Syahrut Tarbiyah), karena pada bulan ini orang-orang beriman dididik untuk berlaku disiplin dengan aturan-aturan Alloh SWT dan Rosul-Nya. Secara fisik, Alloh mendidik untuk disiplin dalam mengatur pola makan. Secara psikis, Alloh mendidik untuk berlaku sabar, jujur, menahan amarah, empati dan berbagi kepada orang lain, dan sifat-sifat luhur lainnya. Dan secara fikri, Alloh mendidik agar orang-orang beriman senantiasa bertafakkur dan mengambil pelajaran-pelajaran yang bermakna bagi kehidupannya.

Bulan Perjuangan (Syahrul Jihad)

Ramadhan adalah bulan perjuangan (Syahrul Jihad), karena untuk sukses menjalani Romadhon dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan. Alloh hendak mengajarkan bahwa untuk sukses dalam kehidupan pun dibutuhkan perjuangan, yaitu mengendalikan hawa nafsu agar tunduk dan patuh dengan ketentuan Alloh dan Rosul-Nya.

Bulan Al-Qur'an (Syahrul Qur'an)

Romadhon adalah bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) atau yang disebut juga Lailatul Qodar (malam yang lebih baik dari seribu bulan), karena Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada Romadhon. Sepatutnyalah pada bulan ini, interaksi kaum muslim dengan Al-Qur’an menjadi sangat intens sebagaimana dicontohkan oleh generasi salaf yang mencurahkan waktu demikian banyak pada bulan Romadhon untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, mentadabburi, dan mengamalkan kandungan-kandungan isinya.

Bulan Persaudaraan (Syahrul Ukhuwwah)

Romadhon adalah bulan persaudaraan (Syahrul Ukhuwwah). Pada bulan ini Alloh mendidik kaum muslimin untuk lebih mencintai dan peduli terhadap saudara-saudaranya. Rosululloh SAW mengajarkan dengan ringan bersedekah di bulan ini, memberi makanan bagi orang yang berpuasa, menunaikan zakat, dan membuang dengki dan sifat-sifat buruk terhadap saudaranya.

Bulan Ibadah (Syahrul Ibaadah)

Romadhon adalah bulan ibadah (Syahrul Ibaadah). Dalam bulan ini Alloh membuka peluang bagi hamba-hamba-Nya untuk beribadah (mahdhoh) sebanyak-banyaknya, karena pada bulan ini pahala ibadah dibalas dengan berlipat ganda. Alloh SWT mendidik kaum muslimin untuk merealisasikan misi hidup dengan senantiasa beribadah kepada Alloh SWT. Target keimanan yang diharapkan adalah hamba-hamba yang selalu mengorientasikan hidup untuk beribadah, sebagaimana firman Alloh SWT:

قُلۡ اِنَّ صَلَاتِىۡ وَنُسُكِىۡ وَ مَحۡيَاىَ وَمَمَاتِىۡ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ (١٦٢)

لَا شَرِيۡكَ لَهٗ​ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرۡتُ وَاَنَا اَوَّلُ الۡمُسۡلِمِيۡنَ (١٦٣)

  1. "Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan seluruh alam,
  2. tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)."

Bulan Penuh Ampunan (Syahrul Maghfiroh)

Romadhon adalah bulan penuh ampunan (Syahrul Maghfiroh). Rosululloh SAW bersabda, “Antara sholat lima waktu, dari hari jumat sampai jumat lagi, dari Romadhon ke Romadhon, dapat menghapuskan dosa-dosa kecil apabila dosa-dosa besar dihindarkan.” (HR Muslim).

Dalam hadits lain disebutkan, “Barang siapa puasa karena iman dan mengharap pahala dari Alloh SWT ia akan diampuni semua dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari-Muslim).


Demikian penjelasan tentang Keutamaan bulan rojab. dan doa khusus bulan rojab, sya'ban hingga romadhon, semoga bisa memberi manfaat untuk kita semua. Aamiin ya robbal 'alamin.

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Keutamaan Bulan Rajab dan Doa Khusus Bulan Rojab, Sya'ban hingga Romadhon Lengkap Arab Latin dan Artinya, jangan lupa IKUTI website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat. Simak artikel kami lainnya di Google News.

Posting Komentar

Posting Komentar